📖Jangan Gampang Percaya Tanganmu! Kenalan Sama Konsep Suhu
Pernah nggak sih kamu pas lagi nongkrong di kantin sekolah, terus iseng megang dahi temenmu yang mukanya lesu? "Wah, dahi lu anget nih, kayaknya demam deh!" Tapi pas temenmu yang lain ikutan megang, dia malah bilang, "Ah enggak kok, biasa aja tangan lu aja yang kedinginan kali!"
Nah lho, kok bisa beda ya? Kulit tangan kita itu emang sensitif, tapi dia bukan alat ukur yang objektif. Kulit cuma bisa merasakan sensasi panas atau dingin relatif terhadap suhu tubuh kita sendiri saat itu. Makanya, di dalam Fisika kita butuh parameter pasti yang bisa diukur secara kuantitatif, yang dinamakan Suhu.
Suhu itu sebenarnya adalah ukuran dari derajat panas atau dinginnya suatu benda. Di Kurikulum Merdeka ini, kita diajak melihat lebih dalam ke tingkat atom: suhu itu seberapa aktif partikel-partikel di dalam suatu benda bergerak!
Analogi Konser Musik: Bayangkan partikel di dalam benda itu seperti penonton konser musik di lapangan sekolah. Kalau suhunya rendah (dingin), penontonnya cuma berdiri santai sambil goyang jempol doang di tempat. Tapi kalau suhunya tinggi (panas), penontonnya bakal jingkrak-jingkrak heboh, saling tabrakan, dan rusuh! Nah, tingkat kehebohan getaran partikel inilah yang diukur sebagai suhu.
💡Empat Mazhab Skala Termometer
📐Jurus Kilat Konversi Suhu Tanpa Menghafal Mati
Lihat rentang masing-masing skala pada diagram di atas:
- Celcius: skala
- Reamur: skala