📖Tersesat karena Petunjuk yang Membingungkan
Pernahkah kamu membeli mainan rakitan atau mencoba memasak mi instan sendiri di rumah? Bayangkan jika di balik bungkus mi instan itu tertulis: "Masak mi sampai matang lalu sajikan."
Kamu pasti bingung! Berapa gelas air yang harus direbus? Berapa lama mi harus dimasak? Kapan bumbu harus dimasukkan? Petunjuk yang tidak jelas bisa membuat mi instan buatanmu lembek atau justru masih mentah.
Dalam Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka Fase B, kamu diharapkan mampu memahami, memaknai, dan menyampaikan instruksi atau petunjuk multibagian. Kemampuan ini sangat penting agar kamu bisa melakukan berbagai hal secara mandiri dengan aman dan benar.
💡Peta Harta Karun Budi di Warung Pojok
Petunjuk itu seperti peta harta karun yang kita buat untuk sahabat kita. Bayangkan Budi ingin menitip kue cubit di Warung Pojok kepada Siti. Budi tidak bisa hanya berkata, "Siti, belikan kue di dekat pasar."
Siti akan kebingungan karena pasar sangat luas. Budi harus memberikan petunjuk yang runtut dan jelas seperti ini:
Persiapan: Bawalah uang pas sebesar lima ribu rupiah dan wadah makanan kecil dari rumah.
Rute: Berjalanlah lurus ke arah utara sejauh lima puluh meter sampai kamu melihat pohon mangga besar.
Langkah inti: Beloklah ke kanan, Warung Pojok ada di sebelah toko kelontong Pak Rudi.
Tindakan akhir: Katakan kepada penjual untuk tidak menggunakan meses di atas kuenya.
📐Hati-Hati dengan Jebakan Petunjuk!
Dalam memahami atau menulis petunjuk, ada beberapa kesalahan yang sering sekali membuat orang lain bingung. Mari kita pelajari agar kamu tidak melakukannya saat ujian atau dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah kesalahan yang sering terjadi:
❌ Salah: "Tuangkan air secukupnya lalu masukkan bumbu."
✅ Benar: "Tuangkan dua gelas air (sekitar empat ratus mililiter), rebus hingga mendidih, lalu masukkan bumbu."
💡 Cara membedakannya: Kalimat petunjuk yang baik tidak menggunakan kata yang bermakna ganda atau tidak pasti seperti "secukupnya" atau "sesukamu". Gunakan ukuran yang pasti seperti sendok, gelas, atau menit.
❌ Salah: "Gunting kertasnya lalu lipat berbentuk segitiga tapi sebelum itu kamu harus mewarnainya dulu dengan krayon merah."
✅ Benar:
-
Warnai kertas menggunakan krayon merah.
-
Gunting kertas mengikuti garis putus-putus.
-
Lipat kertas tersebut menjadi bentuk segitiga.
💡 Cara membedakannya: Hindari menuliskan langkah secara terbalik di akhir kalimat. Urutan instruksi harus ditulis dari yang paling pertama dilakukan hingga yang paling akhir. Pisahkan kalimat yang terlalu panjang menjadi beberapa langkah pendek yang berurutan.
✏️Rumus L-U-R-U-S untuk Membuat Petunjuk Hebat
Agar kamu selalu ingat cara memahami dan menyusun petunjuk dengan mudah, mari kita gunakan jembatan keledai L-U-R-U-S:
-
L = Lengkap: Menyebutkan alat dan bahan yang dibutuhkan dari awal.
-
U = Urutan runtut: Menggunakan kata penghubung waktu seperti pertama, kedua, kemudian, atau selanjutnya.
-
R = Ringkas: Menggunakan kalimat perintah yang singkat dan tidak berbelit-belit.
-
U = Ukuran pasti: Menggunakan satuan ukuran yang jelas seperti mililiter, gram, sentimeter, atau menit.
-
S = Sikap jelas: Menggunakan kata kerja imperatif (perintah) yang tegas seperti potonglah, rebuslah, atau campurkan.