📖Apa Itu Wawancara Sederhana?
Hai, anak-anak hebat! Pernah enggak sih kamu penasaran bagaimana cara tukang bakso langgananmu membuat bakso yang kenyal dan enak banget? Atau mungkin kamu ingin tahu apa rahasia Pak RT agar lingkungan kita selalu bersih?
Nah, rasa penasaran itu bagus sekali! Untuk mendapatkan jawaban dari rasa penasaranmu, salah satu caranya adalah dengan bertanya langsung kepada orang yang tahu. Kegiatan bertanya jawab untuk mendapatkan informasi inilah yang kita sebut wawancara.
Jadi, wawancara sederhana itu seperti kamu ngobrol santai dengan seseorang, lalu kamu bertanya banyak hal yang ingin kamu ketahui. Tujuannya supaya kamu dapat informasi yang lengkap dan jelas dari orang yang memang ahli di bidangnya.
💡Kenapa Kita Harus Melakukan Wawancara?
Melakukan wawancara itu penting, lho! Bayangkan begini:
Siti ingin sekali belajar membuat kue donat seperti buatan Ibunya. Kalau Siti cuma melihat Ibu membuat kue tanpa bertanya, mungkin Siti tidak akan tahu semua resep dan langkahnya, kan? Siti harus bertanya kepada Ibu, misalnya, “Bu, pakai tepungnya berapa banyak, sih?” atau “Donatnya digoreng pakai api kecil atau besar, Bu?”
Pertanyaan-pertanyaan Siti kepada Ibunya itu adalah contoh wawancara sederhana. Dengan wawancara, kita bisa:
-
Mendapatkan informasi baru: Dari yang tadinya tidak tahu, jadi tahu banyak hal.
-
Memahami sesuatu lebih dalam: Tidak cuma tahu sedikit, tapi jadi mengerti sampai ke akar-akarnya.
-
Berbagi cerita: Kita jadi bisa menceritakan apa yang kita dapat ke teman atau keluarga.
📐Langkah-Langkah Melakukan Wawancara yang Baik
Wawancara itu punya langkah-langkahnya, lho, biar hasilnya bagus dan kamu tidak bingung. Sama seperti kalau kamu mau membuat layangan, ada langkah-langkahnya dari menyiapkan bambu sampai layangan bisa terbang.
Berikut langkah-langkahnya:
Persiapan:
-
Tentukan siapa yang akan kamu wawancarai (disebut narasumber). Misalnya, kamu mau wawancara Pak Tani tentang cara menanam padi.
-
Tentukan topik atau tema wawancaramu. Jangan sampai melebar ke mana-mana, ya. Kalau topikmu menanam padi, jangan tiba-tiba tanya tentang cara memancing ikan.
-
Buat daftar pertanyaan yang jelas dan singkat. Ingat ADIK SIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana). Pertanyaanmu harus pakai kata-kata ini, ya!
✏️Jebakan Wawancara yang Harus Kamu Hindari
Nah, saat melakukan wawancara, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan anak-anak seperti kamu. Yuk, kita lihat supaya kamu tidak terjebak!
-
❌ Salah: Datang ke Pak Rudi, langsung bertanya, “Pak, kenapa tokonya buka jam segini?” tanpa menyapa atau memperkenalkan diri. ✅ Benar: “Selamat pagi, Pak Rudi. Maaf mengganggu waktunya. Nama saya Budi dari SD Pelita Harapan. Budi ingin bertanya sedikit tentang warung Bapak, boleh?” 💡 Cara bedainnya: Ingat, sebelum bertanya, sapa dulu dan perkenalkan diri. Itu namanya sopan santun. Orang akan lebih senang menjawab pertanyaanmu kalau kamu sopan.
-
❌ Salah: Pertanyaan yang terlalu panjang dan membingungkan. Contoh: “Ibu Rina, kan Ibu suka menanam bunga mawar yang warnanya macam-macam, apa saja ya pupuk yang dipakai dari awal sampai tumbuh bunganya terus pas hujan bagaimana cara merawatnya?” ✅ Benar: “Ibu Rina, apa saja pupuk yang biasa Ibu pakai untuk bunga mawar?” atau “Bagaimana cara merawat bunga mawar saat musim hujan, Bu?” 💡 Cara bedainnya: Buat satu pertanyaan untuk satu hal yang ingin kamu tahu. Jangan menggabungkan banyak pertanyaan jadi satu kalimat. Narasumber jadi bingung mau jawab yang mana dulu.
-
❌ Salah: Hanya mendengarkan, tapi tidak mencatat atau merekam jawaban penting. Setelah selesai, lupa apa yang sudah dijelaskan narasumber. ✅ Sambil mendengarkan, tulis poin-poin penting atau rekam suara (setelah minta izin, ya). 💡 Otak kita kadang suka lupa. Kalau tidak dicatat atau direkam, nanti kamu bisa bingung sendiri mau menuliskan apa di laporannya. Catatan itu seperti bekal makanan, biar tidak kelaparan ilmu!